Lingkaran eksistensi
manusia muncul pertama kali dengan bismi, yang diawali oleh Adam yang menerima
“nama-nama segala hal” dari Allah, ar-Rahman, dan diakhiri oleh ar-Rahim, yang
dengan Asma ini Muhammad Saww menyatukan kembali hal-hal yang “dipisahkan” oleh
bismi. Tauhid Rasulullah adalah menyatukan kembali signifikansi Tauhid,
tanzih-tasybih, rahasia dari makna “Dia-lah Yang Mahaawal dan Mahaakhir, Yang
Mahazahir dan Mahabatin” (Q.S. 57:3). Namun, di sisi lain, dalam konteks azali
(sebelum ada alam), segala sesuatu berasal dari Nur Muhammad. Dengan demikian
“yang akhir” kembali ke “yang awal,” dan lingkaran tujuan penciptaan semesta
pun telah paripurna: “Barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal
Tuhannya”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar