Senin, 03 November 2014

SHALAT MANIFESTASI KEAKRABAN DENGAN SANG PENCIPTA

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei dalam pesan beliau pada konferensi shalat menyebutkan, "Ketika zikir, shalat, dan doa, telah menyatu dalam kehidupan sosial masyarakat, maka mukjizat Islam akan tampak dalam barisan ketentuan ibadahnya." "Secara fitrah, manusia membutuhkan doa dan kekhusyukan dihadapan Allah SWT, Pencipta seluruh kebaikan dan keindahan, dan shalat memenuhi tuntutan tersebut. Agama-agama langit, dengan menentukan shalat, telah menyegarkan jiwa dan fitrah manusia untuk berdoa serta menyelamatkan dari kebimbangan dan penyelewengan. Khusyu' di hadapan Allah Swt, akan membentuk jiwa manusia dan menerangi batinnya."


Shalat merupakan bentuk ibadah yang tertinggi dalam Islam dan merupakan tuntutan fitrah dari makhluk lemah yang berharap mencapai titik kesempurnaan. Di bawah naungan shalat, manusia akan melampaui batas-batasnya sebagai makhluk yang lemah, menuju ufuk transendental dan hakiki yang tidak memiliki batas, kekurangan, atau keburukan. Menurut Iqbal Lahore, penyair dan cendikiawan Pakistan, "Melalui doa dan shalat, pulau kecil kepribadian kita, merasakan posisinya berada di sebuah eksistensi yang lebih besar dalam kehidupan." Dalam berbagai agama, ibadah dan doa dilakukan dalam berbagai bentuk. Sebagian dilakukan secara verbal dengan memanjatkan puja dan puji kepada Allah Swt. Sebagian dilakukan secara praktis seperti shalat, dan puasa. Ada pula dengan perenungan, yang melalui cara itu manusia beribadah dengan mengenal dan mencapai makrifat kepada Allah Swt.

Islam sangat menekankan shalat. Karena shalat adalah panji, poros, dan tanda agama. Jika kita mengetahui seluruh rahasia shalat, maka kita akan mengetahui mengapa Rasulullah Saw menilai shalat sebagai cahaya matanya.Shalat adalah ibadah yang membangun, program terpenting, dan ujian untuk menenangkan jiwa manusia. Para nabi Allah Swt pun mengharumi dunia dengan tauhid dan zikir di bawah naungan hubungan dan ketenangan batin mereka. Penunaian shalat merupakan inti dari dakwah para nabi. Ketika Nabi Musa as, diutus Allah Swt sebagai nabi, beliau diperintahkan untuk menegakkan shalat dalam mengingat Allah Swt. Nabi Ibrahim dalam doanya mengatakan, "Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)." ( Q.S. Ibrahim,41).

Adapun Nabi Isa as dalam doanya mengatakan, "Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup." (Q.S. Maryam, 41). Pada intinya, Islam dalam ajarannya memberikan jawaban atas tuntutan manusia untuk berdoa dan menjalin hubungan dengan Sang Pencipta dalam ibadah shalat. Islam menjadikan shalat sebagai manifestasi terindah keakraban manusia dengan Allah Swt. Rasulullah Saw bersabda, "Segala sesuatu memiliki rupa. Rupa agama adalah shalat. Berusahalah menjaga keindahan dan kesempurnaan rupa itu."

Dengan menunaikan shalat, manusia akan akrab dengan pusat kebaikan dan keindahan dan dengan menjaga etika dan akhlak termasuk kesucian, ketepatan waktu, dan penghormatan terhadap hak orang lain, maka akan muncul semangat untuk selalu menuju pada kesucian dan kesempurnaan kemanusiaan dalam dirinya. Semangat tersebut akan memberikan ketenangan hati. Dalam sejarah disebutkan bahwa setelah Nabi Adam dan Hawa diturunkan ke bumi, mereka merasa khawatir dan menyesal, serta menangis dan bertaubat kepada Allah sepanjang waktu. Pada suatu hari, malaikat Jibril menghampiri keduanya dan menyampaikan hadiah dari Allah Swt untuk mereka. Hadiah itu adalah shalat lima waktu. Keesokan hari, sebelum matahari terbit, Nabi Adam dan Hawa telah menunaikan shalat dan berkomunikasi dengan Allah Swt dengan sangat khusyu. Setelah itu, keduanya merasakan ketenangan yang luar biasa. Shalat menjadi hadiah terbaik bagi keduanya dan warisan paling berharga bagi putra-putri mereka. 

Esensi masjid adalah jantung kehidupan penuh kebahagiaan dan semangat. Di situlah aturan kehidupan, dan masjid adalah pusat dan poros aslinya. Berkat shalat, nuansa masjid bersinar dan harum. Penjelasan akan kebenaran, pendidikan agama dan akhlak, serta politik, lebih mudah menyusup dalam hati di dalam masjid dibandingkan di tempat lain, dan akan membimbing manusia dalam kehidupan pribadi dan sosial menuju ketuhanan."

Doktor Alexis Carrel, pakar lingkungan asal Perancis, berbicara mengenai pengaruh shalat mengatakan, "Pengaruh berdoa kepada Allah juga dapat dibuktikan dengan ilmu pengetahuan. Karena shalat dan doa bukan hanya berpengaruh pada kondisi afeksi melainkan juga memberikan pengaruh besar pada kualitas fisik dan bahkan terkadang untuk jangka waktu pendek, menyembuhkan penyakit fisik. Hasil dari penemuan tersebut, seberapa pun, harus diakui keberadaannya. Ditemukan bahwa 200 macam penyakit terobati karena doa. Seorang ahli psikolog Inggris menyatakan, "Dengan bantuan shalat dan doa, kita bisa memasuki tambang besar keceriaan rasional yang tidak kita dapatkan dalam kondisi normal. Semoga kita semua istiqomah dalam menjalankan ibadah ini, aamiin!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar