Shalat
merupakan bentuk ibadah yang tertinggi dalam Islam dan merupakan tuntutan fitrah
dari makhluk lemah yang berharap mencapai titik kesempurnaan. Di bawah naungan
shalat, manusia akan melampaui batas-batasnya sebagai makhluk yang lemah,
menuju ufuk transendental dan hakiki yang tidak memiliki batas, kekurangan,
atau keburukan. Menurut Iqbal Lahore, penyair dan cendikiawan Pakistan,
"Melalui doa dan shalat, pulau kecil kepribadian kita, merasakan posisinya
berada di sebuah eksistensi yang lebih besar dalam kehidupan." Dalam
berbagai agama, ibadah dan doa dilakukan dalam berbagai bentuk. Sebagian
dilakukan secara verbal dengan memanjatkan puja dan puji kepada Allah Swt.
Sebagian dilakukan secara praktis seperti shalat, dan puasa. Ada pula dengan
perenungan, yang melalui cara itu manusia beribadah dengan mengenal dan
mencapai makrifat kepada Allah Swt.
Islam
sangat menekankan shalat. Karena shalat adalah panji, poros, dan tanda agama.
Jika kita mengetahui seluruh rahasia shalat, maka kita akan mengetahui mengapa
Rasulullah Saw menilai shalat sebagai cahaya matanya.Shalat adalah ibadah yang
membangun, program terpenting, dan ujian untuk menenangkan jiwa manusia. Para
nabi Allah Swt pun mengharumi dunia dengan tauhid dan zikir di bawah naungan
hubungan dan ketenangan batin mereka. Penunaian shalat merupakan inti dari
dakwah para nabi. Ketika Nabi Musa as, diutus Allah Swt sebagai nabi, beliau
diperintahkan untuk menegakkan shalat dalam mengingat Allah Swt. Nabi Ibrahim
dalam doanya mengatakan, "Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua orang
tuaku dan orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)."
( Q.S. Ibrahim,41).
Adapun
Nabi Isa as dalam doanya mengatakan, "Dan Dia menjadikan aku seorang yang
diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan)
shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup." (Q.S. Maryam, 41). Pada
intinya, Islam dalam ajarannya memberikan jawaban atas tuntutan manusia untuk
berdoa dan menjalin hubungan dengan Sang Pencipta dalam ibadah shalat. Islam
menjadikan shalat sebagai manifestasi terindah keakraban manusia dengan Allah
Swt. Rasulullah Saw bersabda, "Segala sesuatu memiliki rupa. Rupa agama
adalah shalat. Berusahalah menjaga keindahan dan kesempurnaan rupa itu."
Dengan
menunaikan shalat, manusia akan akrab dengan pusat kebaikan dan keindahan dan
dengan menjaga etika dan akhlak termasuk kesucian, ketepatan waktu, dan
penghormatan terhadap hak orang lain, maka akan muncul semangat untuk selalu
menuju pada kesucian dan kesempurnaan kemanusiaan dalam dirinya. Semangat
tersebut akan memberikan ketenangan hati. Dalam sejarah disebutkan bahwa
setelah Nabi Adam dan Hawa diturunkan ke bumi, mereka merasa khawatir dan
menyesal, serta menangis dan bertaubat kepada Allah sepanjang waktu. Pada suatu
hari, malaikat Jibril menghampiri keduanya dan menyampaikan hadiah dari Allah
Swt untuk mereka. Hadiah itu adalah shalat lima waktu. Keesokan hari, sebelum
matahari terbit, Nabi Adam dan Hawa telah menunaikan shalat dan berkomunikasi
dengan Allah Swt dengan sangat khusyu. Setelah itu, keduanya merasakan
ketenangan yang luar biasa. Shalat menjadi hadiah terbaik bagi keduanya dan
warisan paling berharga bagi putra-putri mereka.
Esensi
masjid adalah jantung kehidupan penuh kebahagiaan dan semangat. Di situlah
aturan kehidupan, dan masjid adalah pusat dan poros aslinya. Berkat shalat,
nuansa masjid bersinar dan harum. Penjelasan akan kebenaran, pendidikan agama
dan akhlak, serta politik, lebih mudah menyusup dalam hati di dalam masjid
dibandingkan di tempat lain, dan akan membimbing manusia dalam kehidupan
pribadi dan sosial menuju ketuhanan."
Doktor
Alexis Carrel, pakar lingkungan asal Perancis, berbicara mengenai pengaruh
shalat mengatakan, "Pengaruh berdoa kepada Allah juga dapat dibuktikan
dengan ilmu pengetahuan. Karena shalat dan doa bukan hanya berpengaruh pada
kondisi afeksi melainkan juga memberikan pengaruh besar pada kualitas fisik dan
bahkan terkadang untuk jangka waktu pendek, menyembuhkan penyakit fisik. Hasil
dari penemuan tersebut, seberapa pun, harus diakui keberadaannya. Ditemukan
bahwa 200 macam penyakit terobati karena doa. Seorang ahli psikolog Inggris
menyatakan, "Dengan bantuan shalat dan doa, kita bisa memasuki tambang
besar keceriaan rasional yang tidak kita dapatkan dalam kondisi normal. Semoga
kita semua istiqomah dalam menjalankan ibadah ini, aamiin!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar