Apa yang muncul di benak Anda ketika mendengar kata
matahari? Beragam jawaban akan kita dapat dari pertanyaan itu. Bicara tentang
matahari cukup menarik. Dan Qur’an pun secara spesial membahasnya dalam surah
ke-91 ketika Tuhan berfirman: Demi matahari dan cahayanya di pagi hari (QS. 91:
1). Kini, kata itu semakin banyak diminati sebagai kata kunci tuk mencari lebih
rinci di berbagai media, karena keingintahuan kita tentang dampak dari badai
matahari.
Akhir-akhir ini
banyak orang berkomentar tentang apa yang terjadi ketika terjadi badai
matahari. Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memperingatkan jika sepanjang
tahun 2012 dan 2013 aktivitas matahari tengah meningkat dan mengakibatkan badai
matahari yang lebih sering di bumi. Badai matahari (coronal mass ejection/CME)
merupakan pelepasan energi besar radiasi dan gas pembakaran dari permukaan
matahari. Radiasi ini menyebar ke luar angkasa dan akan sampai ke atmosfer
bumi.
Badai matahari
yang cukup besar bahkan bisa mengakibatkan badai magnetik di bumi hingga
kerusakan listrik, sinyal telepon, dan kekacauan Global Positioning System
(GPS). Fenomena alam pelepasan plasma panas dari Matahari sebenarnya merupakan
hal yang wajar terjadi. Tapi aktivitas matahari tengah memasuki siklus 11
tahunan, di mana akan mencapai puncaknya pada 2013 nanti.
Perubahan iklim
dan pemanasan global yang terjadi akhir-akhir ini menjadi salah satu efek yang
sangat signifikan dalam perubahan kondisi bumi selama beberapa dekade dan abad
ke depan. Namun, bagaimana dengan nasib bumi jika terjadi pemanasan bertahap
saat matahari menuju masa akhir hidupnya sebagai bintang katai putih? Akankah
bumi bertahan, ataukah masa tersebut akan menjadi masa akhir kehidupan bumi?
Entah kapan
berapa tahun lagi, matahari akan mengembang menjadi bintang raksasa merah. Saat
itu, ia akan membesar dan menelan orbit bumi. Akankah bumi ditelan oleh
matahari seperti halnya venus dan merkurius? Pertanyaan ini telah menjadi
diskusi panjang di kalangan astronom. Akankah kehidupan di bumi tetap ada saat
matahari menjadi katai putih? Berdasarkan
perhitungan yang dilakukan K.-P. Schr¨oder dan Robert Connon Smith, ketika
matahari menjadi bintang raksasa merah, ekuatornya bahkan sudah melebihi jarak
mars.
Dengan
demikian, seluruh planet dalam di tata surya akan ditelan olehnya. Akan tiba
saatnya ketika peningkatan fluks matahari juga meningkatkan temperatur
rata-rata di bumi sampai pada level yang tidak memungkinkan mekanisme biologi
dan mekanisme lainnya tahan terhadap kondisi tersebut.
Saat matahari
memasuki tahap akhir evolusi kehidupannya, ia akan mengalami kehilangan massa
yang besar melalui angin bintang. Dan saat matahari bertumbuh (membesar dalam
ukuran), ia akan kehilangan massa sehingga planet-planet yang mengitarinya
bergerak spiral keluar. Lagi-lagi pertanyaannya bagaimana dengan bumi? Akankah
matahari yang sedang mengembang itu mengambil alih planet-planet yang bergerak
spiral, atau akankah bumi dan bahkan venus bisa lolos dari cengkeramannya?
Perhitungan
yang dilakukan oleh K.-P Schroder dan Robert Cannon Smith menunjukan, saat
matahari menjadi bintang raksasa merah di usianya yang ke 7,59 milyar tahun, ia
akan mulai mengalami kehilangan massa. Matahari pada saat itu akan mengembang
dan memiliki radius 256 kali radiusnya saat ini dan massanya akan tereduksi
sampai 67% dari massanya sekarang. Saat mengembang, matahari akan menyapu tata
surya bagian dalam dengan sangat cepat, hanya dalam 5 juta tahun. Setelah itu
ia akan langsung masuk pada tahap pembakaran helium yang juga akan berlangsung
dengan sangat cepat, hanya sekitar 130 juta tahun. matahari akan terus membesar
melampaui orbit merkurius dan kemudian venus. Nah, pada saat matahari akan
mendekati bumi, ia akan kehilangan massa 4.9 x 1020 ton setiap tahunnya (setara
dengan 8% massa bumi).
Setelah
mencapai tahap akhir sebagai raksasa merah, matahari akan menghamburkan
selubungnya dan inti matahari akan menyusut menjadi objek seukuran bumi yang
mengandung setengah massa yang pernah dimiliki matahari. Saat itu, matahari
sudah menjadi bintang katai putih. Bintang kompak ini pada awalnya sangat panas
dengan temperatur lebih dari 100 ribu derajat namun tanpa energi nuklir, dan ia
akan mendingin dengan berlalunya waktu seiring dengan sisa planet dan asteroid
yang masih mengelilinginya.
Saat ini bumi
berada di dalam zona habitasi / laik huni dalam tata surya. Zona laik huni atau
habitasi merupakan area di dekat bintang di mana planet yang berada di situ
memiliki air berbentuk cair di permukaannya dengan temperatur rata-rata yang
mendukung adanya kehidupan. Dalam perhitungan yang dilakukan Schroder dan
Smith, temperatur planet tersebut bisa menjadi sangat ekstrim dan tidak nyaman
untuk kehidupan, namun syarat utama zona habitasinya adalah keberadaan air yang
cair.
Tak dapat
dipungkiri, saat matahari jadi raksasa merah, zona habitasi akan lenyap dengan
cepat. Saat Matahari melampaui orbit bumi dalam beberapa juta tahun, ia akan
menguapkan lautan di bumi dan radiasi matahari akan memusnahkan hidrogen dari
air. Saat itu bumi tidak lagi memiliki lautan. Tetapi, suatu saat nanti, ia
akan mencair kembali. Nah saat Bumi tidak lagi berada dalam area habitasi,
lantas bagaimana dengan kehidupan di dalamnya? Akankah mereka bertahan atau
mungkin beradaptasi dengan kondisi yang baru tersebut? Atau itulah akhir dari
perjalanan kehidupan di planet bumi?
Yang menarik,
meskipun bumi tak lagi berada dalam zona habitasi, planet-planet lain di luar
bumi akan masuk dalam zona habitasi baru milik matahari dan mereka akan berubah
menjadi planet layak huni. Zona habitasi yang baru dari matahari akan berada
pada kisaran 49,4 SA – 71,4 SA. Ini berarti areanya akan meliputi juga area
sabuk kuiper, dan dunia es yang ada disana saat ini akan meleleh. Dengan
demikian objek-objek disekitar pluto yang tadinya mengandung es sekarang justru
memiliki air dalam bentuk cairan yang dibutuhkan untuk mendukung kehidupan.
Bahkan bisa jadi eris akan menumbuhkan kehidupan baru dan menjadi rumah yang
baru bagi kehidupan.
Apakah ini
akhir perjalanan planet bumi? Ataukah bumi akan selamat? Berdasarkan
perhitungan Schroder dan Smith, bumi tidak akan bisa menyelamatkan diri. Bahkan
meskipun bumi memperluas orbitnya 50% dari orbit yang sekarang ia tetap tidak
memiliki pluang untuk selamat. Matahari yang sedang mengembang akan menelan
bumi sebelum ia mencapai batas akhir masa sebagai raksasa merah. Setelah
menelan bumi, Matahari akan mengembang 0,25 SA lagi dan masih memiliki waktu
500 ribu tahun untuk terus bertumbuh.
Matahari yang
menjadi raksasa merah akan mengisi langit seperti yang tampak dari bumi. Gambar
ini menunjukan topografi Bumi yang sudah meleleh menjadi lava. Tampak siluet
bulan dengan latar raksasa merah.
Saat Bumi
ditelan, ia akan masuk ke dalam atmosfer matahari. Pada saat itu bumi akan
mengalami tabrakan dengan partikel-partikel gas. Orbitnya akan menyusut dan ia
akan bergerak spiral kedalam. Itulah akhir dari kisah perjalanan bumi.
Sedikit
berandai-andai, bagaimana menyelamatkan bumi? Jika bumi berada pada jarak 1.15
SA (saat ini 1 SA) maka ia akan dapat selamat dari fasa pengembangan Matahari
tersebut. Nah bagaimana bisa membawa bumi ke posisi itu? Meskipun terlihat
seperti kisah fiksi ilmiah, namun Schroder dan Smith menyarankan agar teknologi
masa depan dapat mencari cara untuk menambah kecepatan bumi agar bisa bergerak
spiral keluar dari Matahari menuju titik selamat tersebut.
Yang menarik
untuk dikaji adalah, umat manusia seringkali gemar berbicara tentang masa depan
bumi milyaran tahun ke depan, padahal di depan mata, kerusakan itu sudah mulai terjadi.
Bumi saat ini sudah mengalami kerusakan awal akibat ulah manusia sebagaimana
tercantum dalam surah Ar-rum ayat 41, dan hal ini akan terus terjadi. Bisa jadi
akhir perjalanan bumi bukan disebabkan oleh evolusi matahari, tapi oleh ulah
manusia itu sendiri. Tapi bisa jadi juga manusia akan menemukan caranya sendiri
untuk lolos dari situasi terburuk yang akan dihadapi? Mungkin saja, tapi yang
pasti manusia tidak bisa lolos dari kematian. Pertanyaannya, sudahkah kita
mempersiapkan bekal tuk berhijrah ke alam berikutnya setelah sekian lama kita
bercengkrama ria di planet bumi ini? Saya yakin Anda sudah mempersiapkan bukan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar