روی عن رسول الله صلّی الله علیه و آله و سلم
قال:
اَلَا وَ إِنَّ اَعْقَلَ النَّاسِ عَبْدٌ
عَرَفَ رَبَّهُ فَاَطَاعَهُ وَ عَرَفَ عَدُوَّهُ فَعَصَاهُ وَ عَرَفَ دَارَ إِقَامَتِهِ
فَاَصْلَحَهَا وَ عَرَفَ سُرْعَةَ رَحِيلِهِ فَتَزَوَّدَ لَهَا.
Diriwayatkan Rasulullah Saw bersabda:
"Bukankah dan sesunggunya manusia yang paling berakal adalah hamba yang
mengenal Tuhannya dan menaati-Nya, dan mengenal musuhnya dan mengingkarinya,
dan yang mengenal tempat tinggalnya dan membenahinya, dan yang mengenal
kecepatan perjalanannya dan membekalinya."
Syekh
Mojtaba menjelaskan, "Orang yang berakal memiliki empat kriteria. Pertama,
yang mengenal Tuhannya dan langsung menaatinya. Dalam hadis ini disebutkan kata عَرَفَ bukanعَلِم .
Arofa berarti mengenal sementara alima berarti mengetahui. Penggunaan keduanya
sangat berbeda. Alima memiliki sisi
konseptual sementara arofa memiliki sisi
substansif.Arofa berarti hamba merasakan
kehadiran Tuhannya, bukan hanya ada pengertian tentang Tuhan dalam benaknya.
Terkadang seseorang berhadapan dengan beberapa hal dalam hidupnya kemudian dia
berkata: baru sekarang aku mengenal Allah!"
"Kita juga sama seperti itu, ketika kita
melihat sebuah masalah yang sangat sulit terselesaikan, ternyata dapat terurai,
kemudian kita berkata: sungguh aneh, ternyata kita tidak mengenal Allah Swt
selama ini! Ketika kita mengatakan itu sesunggunya, kita mengatakan arofa
bukan alima."
"Rasulullah bersabda hamba yang mengenal
Tuhannya, yakni ketika dia menyadari ada wujud yang lebih tinggi yang
mengendalikan kehidupan. Nabi bersabda orang yang mengenal Tuhannya, maka dia
akan menaati-Nya."
"Kedua, orang yang mengenal musuhnya. Ketika
dia mengenal keberadaan musuh, maka dia akan mengingkarinya dalam arti tidak
mematuhinya. Di sini yang dimaksud musuh adalah setan. Hawa nafsu liar."
"Ketiga, orang yang mengenal tempat
tinggalnya. Tempat tinggal di sini adalah kebalikan dari kepergian (safar).
Ketika dia mengenal tempat tinggalnya yang sejati, maka dia akan membenahinya.
Membenahi tempat tinggal yang sementara dan tidak akan bertahan lama, berarti
kebodohan, karena orang yang berakal tidak akan membangun dan membenahi tempat
tinggal yang sementara."
"Keempat, orang yang mengenal cepatnya waktu
berlalu. Kita tahu bahwa kita semakin dekat dengan kematian! Kita akan pergi
dari dunia ini! Setiap saat berlalu, maka kita akan selangkah lebih dekat
dengan kematian! Rasulullah tidak bersabda bahwa manusia akan meninggalkan
dunia ini, akan tetapi beliau bersabda, betapa cepatnya wakut berlalu. Jika dia
memahami masalah ini, maka orang yang berakal akan dengan cepat mengumpulkan
bekal karena tidak tidak ada pengulangan."
Semoga Allah Swt senantiasa meneguhkan keimanan &
ketakwaan kita serta selalu beristiqomah
dalam menjalani ajaran-Nya hingga ajal
tiba. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar