Kamis, 30 Oktober 2014

Renungan di jero ..


روی عن رسول الله صلّی الله علیه و آله و سلم قال:
اَلَا وَ إِنَّ اَعْقَلَ النَّاسِ عَبْدٌ عَرَفَ رَبَّهُ فَاَطَاعَهُ وَ عَرَفَ عَدُوَّهُ فَعَصَاهُ وَ عَرَفَ دَارَ إِقَامَتِهِ فَاَصْلَحَهَا وَ عَرَفَ سُرْعَةَ رَحِيلِهِ فَتَزَوَّدَ لَهَا.

Diriwayatkan Rasulullah Saw bersabda: "Bukankah dan sesunggunya manusia yang paling berakal adalah hamba yang mengenal Tuhannya dan menaati-Nya, dan mengenal musuhnya dan mengingkarinya, dan yang mengenal tempat tinggalnya dan membenahinya, dan yang mengenal kecepatan perjalanannya dan membekalinya."

Syekh Mojtaba menjelaskan, "Orang yang berakal memiliki empat kriteria. Pertama, yang mengenal Tuhannya dan langsung menaatinya. Dalam hadis ini disebutkan kata  عَرَفَ bukanعَلِم . Arofa berarti mengenal sementara alima berarti mengetahui. Penggunaan keduanya sangat berbeda. Alima memiliki sisi konseptual sementara arofa memiliki sisi substansif.Arofa berarti hamba merasakan kehadiran Tuhannya, bukan hanya ada pengertian tentang Tuhan dalam benaknya. Terkadang seseorang berhadapan dengan beberapa hal dalam hidupnya kemudian dia berkata: baru sekarang aku mengenal Allah!"

"Kita juga sama seperti itu, ketika kita melihat sebuah masalah yang sangat sulit terselesaikan, ternyata dapat terurai, kemudian kita berkata: sungguh aneh, ternyata kita tidak mengenal Allah Swt selama ini! Ketika kita mengatakan itu sesunggunya, kita mengatakan arofa bukan alima."

"Rasulullah bersabda hamba yang mengenal Tuhannya, yakni ketika dia menyadari ada wujud yang lebih tinggi yang mengendalikan kehidupan. Nabi bersabda orang yang mengenal Tuhannya, maka dia akan menaati-Nya."

"Kedua, orang yang mengenal musuhnya. Ketika dia mengenal keberadaan musuh, maka dia akan mengingkarinya dalam arti tidak mematuhinya. Di sini yang dimaksud musuh adalah setan. Hawa nafsu liar."

"Ketiga, orang yang mengenal tempat tinggalnya. Tempat tinggal di sini adalah kebalikan dari kepergian (safar). Ketika dia mengenal tempat tinggalnya yang sejati, maka dia akan membenahinya. Membenahi tempat tinggal yang sementara dan tidak akan bertahan lama, berarti kebodohan, karena orang yang berakal tidak akan membangun dan membenahi tempat tinggal yang sementara."

"Keempat, orang yang mengenal cepatnya waktu berlalu. Kita tahu bahwa kita semakin dekat dengan kematian! Kita akan pergi dari dunia ini! Setiap saat berlalu, maka kita akan selangkah lebih dekat dengan kematian! Rasulullah tidak bersabda bahwa manusia akan meninggalkan dunia ini, akan tetapi beliau bersabda, betapa cepatnya wakut berlalu. Jika dia memahami masalah ini, maka orang yang berakal akan dengan cepat mengumpulkan bekal karena tidak tidak ada pengulangan."

       Semoga Allah Swt senantiasa meneguhkan keimanan & ketakwaan kita  serta selalu beristiqomah dalam   menjalani ajaran-Nya hingga ajal tiba. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar