Aflatoun di Indonesia
Aflatoun-Pendidikan
Sosial dan Finansial untuk anak usia 6 – 14 tahun adalah sebuah program yang
dilaunching oleh International Child Savings Foundation di Amsterdam, Belanda. Program
Aflatoun masuk ke Indonesia melalui project LAPIS-AusAid pada tahun 2009 dimana
LeKDiS Nusantara menjadi mitra pelaksana program di Jawa Timur, Nusa Tenggara
Barat dan Sulawesi Selatan. Kemudian setelah project ini berakhir pada 2010, maka LeKDiS terus mengembangkan dan memperluas
jangkauan program Aflatoun dan sudah mencapai 56 kab/kota di 8 provinsi; Jatim,
Jateng, Jabar, Jakarta, Sumut, KalSel, KalTim, dan NTB.
Dengan
dukungan dari Bank of America melalui Give2Asia, program pendidikan finansial
ini diperluas di Jakarta untuk sekitar 2.500 anak di 17 sekolah formal dan
pendidikan non-formal. Anak-anak yang tergabung dalam program ini
belajar tentang perencanaan dan anggaran, menabung dan membelanjakan dengan
bijak sesuai kebutuhan. Di masing-masing sekolah target dibentuk klub Aflatoun
sebagai media untuk mempraktekkan pengetahuan dan keterampilan yang mereka
pelajari. Melalui klub ini anak-anak juga dapat belajar mengorganisir sebah
kampaye sosial, mempraktekkan keterampilan finansial melalui usaha
enterpreneurship sederhana, dan memulai memiliki tabungan ramah anak sendiri
dengan tabungan sekolah.
Misi dan Motto Aflatoun
Misi : “Menginspirasi
anak memberdayakan diri secara sosial dan financial untuk menjadi agen
perubahan bagi kehidupan mereka sendiri dan dunia yang lebih adil”.
Keseimbangan antara pendidikan sosial dan pendidikan finansial adalah merupakan
kekuatan program Aflatoun untuk menjamin pemberdayaan anak yang berkelanjutan.
Konsep inilah yang membuat program ini berbeda dan unik, Aflatoun percaya bahwa kombinasi pemberdayaan
ekonomi dan pendidikan sosial bisa mencapai pemberdayaan yang holistik dan
berkelanjutan.
Motto
Aflatoun : “Pisahkan antara hayalan & fakta,
Jelajahi, Pikirkan, Selidiki & Bertindak”. Semangat inilah yang selalu
menginspirasi semua anak Aflatoun untuk tidak hanya mempelajari nilai-nilai,
konsep, dan pengetahuan Aflatoun tapi harus sampai pada tahap praktek langsung
atau bertindaklah. Motto ini juga tertuang dalam model penyajian setiap materi
dalam modul dan buku kerja Aflatoun dimana selalu diakhiri dengan perintah
‘Bertindaklah’ pada setia akhir sesi.
Saya Belajar Tentang
5
Elemen Inti Aflatoun:
1.Memahami Diri Sendiri (Personal understanding and
exploration)
2.Hak & Tanggung Jawab (Right and responsibilities)
3.Menabung dan Membelanjakan (Saving and spending)
4.Perencanaan dan Anggaran (Planning and budgeting)
5.Sosial dan Enterpreneurship (Social and Financial
Enterprise)
Belajar Tentang
HAK
ANAK:
1. HAK HIDUP (Survival) : standar kesehatan yang tinggi, makanan yang bergizi,
air minum yang sehat, rumah yang aman, standar hidup yang memadai, punya nama
dan status warga negara.
2. HAK PERKEMBANGAN (Development) : pendidikan yang bermutu, dukungan untuk
perkembangan diri, dan perawatan, bermain dan menjalankan agama dan budaya.
3. HAK PERLINDUNGAN (Protection) : dari segala bentuk ekploitasi,
penyalahgunaan, pengabaian hak anak.
4.
HAK PARTISIPASI (Partisipation) :
kebebasan berekspresi, berpikir, punya akses terhadap informasi yang tepat dan
benar.
Saya Belajar Melakukan
(5
Program Inti Aflatoun):
1.Melaksanakan pembelajaran dan kelas Aflatounn dengan
menggunakan buku kerja Aflatoun
2. Membentuk klub Aflatoun (dengan pemilihan pengurus secara
demokratis) dan berpartisipasi dalam kegiatan Aflatoun; pertemuan klub
Aflatoun, peringantan Hari Aflatoun Sedunia setiap tanggal 17 Maret, dan
kegiatan klub lainnya.3. Mempraktekkan sistem menabung dan menentukan keputusan tentang bagaimana menggunakan tabungan tersebut
4. Studi tour ke bank dan tour pendidikan lainnya
5. Melaksanakan kegitan sosial dan financial enterprise.
KURIKULUM AFLATOUN :
Terdiri dari 8 buku kerja dan 5 buku panduan (Manual
Pelatihan, Manual Guru, Manual Anak, Manual Evaluasi, & Manual Bank Ramah
Anak)
Ringkasan standard kurikulum Aflatoun:
Workbook 1 : Unik dan berbeda, Saling menghormati, Konsep
menabung
Workbook 2 : Kemandirian anak dari; keluarga, tentangga
& masyarakat, Uang sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan bukan memenuhi keinginan
Workbook 3 : Explorasi diri dengan memahami perasaan,
etika keuangan, & transparansi
Workbook 4 : Sikap yang bertanggung jawab &
Pengembangan sikap cinta dan bangga nasionalisme, kegiatan bersama & kerja
tim, keterampilan organisatoris
Workbook 5 : Kebutuhan, Hak dan tanggung jawab, pendapatan,
Menabung & membelanjakan, Demokrasi & Kepemimpinan, Pemenuhan kebutuhan
dan kesejahteraan
Workbook 6 : Marjinalisasi & Exclusi, Usaha anak,
Perencanaan & Penganggaran, Bank Formal, Ekplorasi Kemiskinan
Workbook 7 : Mitos dan Stereotype, Latar belakang tujuan
financial, Kegiatan interprise, explorasi hubungan antara pendapatan,
pembelanjaan, tabungan, dan investasi
Workbook 8 : Refleksi diri, Biases and prejudices
(berpikir berbeda), stereotype gender, Pengembangan kemampuan financial.
Adaptasi Materi Aflatoun
Di sekolah,
target materi Aflatoun umumnya diimplementasikan dengan cara; 1. Diintegrasikan
dengan pelajaran lain, 2. Sebagai kegiatan ekstrakurikuler, 3. Sebagai Muatan
lokal, 4. Atau diimplementasikan sebagai materi tambahan untuk peningkatan life
skill khususnya dalam pendidikan sosial dan financial.
Training of trainer (ToT)
Pelatihan
untuk calon trainer Aflatoun di Jakarta dilaksanakan pada tgl 22 – 24 Februari
2013 untuk 18 calon trainer dan fasilitator program . Para calon trainer ini
direkrut dari praktisi pendidikan dan personel dari lembaga swadaya masyarakat
di Jakarta yang memiliki komitmen kuat dan motivasi yang tinggi untuk
peningkatan mutu pendidikan anak seperti Madrasah Development Center Jakarta,
Yayasan Insan Cendikia. Terutama YASMIN yang berperan sebagai mitra pelaksana program
Aflatoun di Jakarta.
Trainer
Aflatoun di Jakarta telah dipercaya oleh Kementerian Agama RI untuk memberikan
workshop Aflatoun kepada 33 kepala sekolah dari 33 provinsi di Indonesia.
Pelatihan Guru
LeKDiS
Nusantara telah melaksanakan 3 kali pelatihan guru Aflatoun untuk 83 guru dan
fasilitator program Aflatoun dari 23
sekolah target dan 1 kali pelatihan untuk lembaga pendidikan non-formal di
Jakarta mulai bulan Maret sampai bulan April. Setelah itu guru-guru Aflatoun
melatih siswa/i di sekolah masing-masing.
Metode
pelatihan Aflatoun telah banyak menginspirasi guru dalam mengembangkan
keterampilan dan metode menjagar mereka dengan menggunakan games, pembelajaran yang
berpusat pada anak (child-centered), kerja
kelompok, dan berbasis kegiatan untuk memotivasi murid dalam belajar.
Kolaborasi dengan International Humanity Foundation
Untuk
memperluas jangkauan program Aflatou Indonesia berkerjasama dengan International
Humanity Foundation (IHF) atau Yayasan
Asah Asih Asuh yang merupakan lembaga Internasional yang bergerak dalam
menyediakan pendidikan non-formal bagi anak-anak dari kalangan ekonomi menengah
kebawah; anak-anak jalanan, dan anak putus sekolah. IHF memberikan dukungan
kepada lebih dari 250 anak.
Kedepan
dengan dukungan dari YASMIN, program Aflatoun akan diperkuat dan dikembangkan lebih
lanjut di IHF sehingga banyak anak yang bisa diberdayakan lewat program
pendidikan sosial dan finansial ini.
First Aflatoun Gathering
Pada
tgl 4 April 2013 diadakan gathering
pertama anak-anak Aflatoun bersama guru-guru, fasilitator, trainer dan team
Aflatoun, bertempat di Syahida Iin Ciputat yang dihadiri oleh 281 anak, guru,
dan team Aflatoun.
Acara
ini merupakan media sosialisasi dan perkenalan program Aflatoun di Jakarta serta
sebagi forum silaturrohim stakehoder untuk bersama-sama mensukseskan dan
menjaga keberlangsungan implementasi program.
School Visit
Mulai
bulan Juni 2013 fasilitator dan trainer Aflatoun dari Tim YASMIN di Jakarta
melakukan kunjungan sekolah untuk melihat perkembangan dan memberi dukungan
serta pendampingan implementasi program Aflatoun di sekolah-sekolah target
Aflatoun di Jakarta.
Kegiatan
school visit ini juga digunakan untuk mensosialisasikan pelaksanaan Jakarta
Second Aflatoun Gathering yang akan diselenggarakan sekitar pertengahan bulan
Nopember 2013.
Proses Menabung
Beberapa sekolah sudah memulai kegiatan menabung sebelum
melaksanakan program Aflatoun. Tapi kebanyakkan anak-anak menabung karena
disuruh orang tua dan bukan atas kemauan mereka sendiri. Program Aflatoun mampu
menginspirasi guru-guru dalam memotivasi anak-anak untuk menabung dengan
menyisihkan uang jajan yang mereka terima dari orang tua mereka secara rutin
walaupun sedikit. Rata-rata tabungan anak sebesar kurang-lebih Rp. 500 – 5.000
setiap harinya
Aflatoun tidak hanya bisa merubah kesadaran dan
kepedulian anak dalam proses menabung tapi juga dalam prosedur menabung yang
baik. Setelah program Aflatoun, administrasi dan prosedur tabungan anak lebih
akuntabel dan transparan. Hal tersebut bisa dilihat dari keterlibatan secara
aktif anak-ana dalam mengawasi dan mengatur tabungan mereka, misalnya;
anak-anak juga ikut menandatangani buku tabunga mereka dan guru-guru juga mulai
mengembangankan buku besar tabungan anak (ledger
book)
Hingga
kini program Aflatoun telah dinikmati ribuan siswa di beberapa propinsi di
Indonesia demikian pula dengan guru-guru yang telah mengikuti training
Aflatoun. Harapan kami semoga program ini terus dikembangkan di beberapa daerah
di Indonesia. Semoga ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar