Kamis, 13 November 2014

AFLATOUN, Apaan sih?


Aflatoun di Indonesia
 
Aflatoun-Pendidikan Sosial dan Finansial untuk anak usia 6 – 14 tahun adalah sebuah program yang dilaunching oleh International Child Savings Foundation di Amsterdam, Belanda. Program Aflatoun masuk ke Indonesia melalui project LAPIS-AusAid pada tahun 2009 dimana LeKDiS Nusantara menjadi mitra pelaksana program di Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan. Kemudian setelah project ini berakhir pada 2010,  maka LeKDiS terus mengembangkan dan memperluas jangkauan program Aflatoun dan sudah mencapai 56 kab/kota di 8 provinsi; Jatim, Jateng, Jabar, Jakarta, Sumut, KalSel, KalTim, dan NTB.


Dengan dukungan dari Bank of America melalui Give2Asia, program pendidikan finansial ini diperluas di Jakarta untuk sekitar 2.500 anak di 17 sekolah formal dan pendidikan non-formal.   Anak-anak yang tergabung dalam program ini belajar tentang perencanaan dan anggaran, menabung dan membelanjakan dengan bijak sesuai kebutuhan. Di masing-masing sekolah target dibentuk klub Aflatoun sebagai media untuk mempraktekkan pengetahuan dan keterampilan yang mereka pelajari. Melalui klub ini anak-anak juga dapat belajar mengorganisir sebah kampaye sosial, mempraktekkan keterampilan finansial melalui usaha enterpreneurship sederhana, dan memulai memiliki tabungan ramah anak sendiri dengan tabungan sekolah.
    

Misi dan Motto Aflatoun


Misi : “Menginspirasi anak memberdayakan diri secara sosial dan financial untuk menjadi agen perubahan bagi kehidupan mereka sendiri dan dunia yang lebih adil”. Keseimbangan antara pendidikan sosial dan pendidikan finansial adalah merupakan kekuatan program Aflatoun untuk menjamin pemberdayaan anak yang berkelanjutan. Konsep inilah yang membuat program ini berbeda dan unik, Aflatoun percaya bahwa kombinasi pemberdayaan ekonomi dan pendidikan sosial bisa mencapai pemberdayaan yang holistik dan berkelanjutan.


Motto Aflatoun : “Pisahkan antara hayalan & fakta, Jelajahi, Pikirkan, Selidiki & Bertindak”. Semangat inilah yang selalu menginspirasi semua anak Aflatoun untuk tidak hanya mempelajari nilai-nilai, konsep, dan pengetahuan Aflatoun tapi harus sampai pada tahap praktek langsung atau bertindaklah. Motto ini juga tertuang dalam model penyajian setiap materi dalam modul dan buku kerja Aflatoun dimana selalu diakhiri dengan perintah ‘Bertindaklah’ pada setia akhir sesi.


Saya Belajar Tentang 5 Elemen Inti Aflatoun:

1.Memahami Diri Sendiri (Personal understanding and exploration)

2.Hak & Tanggung Jawab (Right and responsibilities)

3.Menabung dan Membelanjakan (Saving and spending)

4.Perencanaan dan Anggaran (Planning and budgeting)

5.Sosial dan Enterpreneurship (Social and Financial Enterprise)


Belajar Tentang HAK ANAK:

1.  HAK HIDUP (Survival) : standar kesehatan yang tinggi, makanan yang bergizi, air minum yang sehat, rumah yang aman, standar hidup yang memadai, punya nama dan status warga negara.

2.  HAK PERKEMBANGAN (Development) : pendidikan yang bermutu, dukungan untuk perkembangan diri, dan perawatan, bermain dan menjalankan agama dan budaya.

3.  HAK PERLINDUNGAN (Protection) : dari segala bentuk ekploitasi, penyalahgunaan, pengabaian hak anak.

4. HAK PARTISIPASI (Partisipation) : kebebasan berekspresi, berpikir, punya akses terhadap informasi yang tepat dan benar.


Saya Belajar Melakukan (5 Program Inti Aflatoun):

 1.Melaksanakan pembelajaran dan kelas Aflatounn dengan menggunakan buku kerja Aflatoun
2. Membentuk klub Aflatoun (dengan pemilihan pengurus secara demokratis) dan berpartisipasi dalam kegiatan Aflatoun; pertemuan klub Aflatoun, peringantan Hari Aflatoun Sedunia setiap tanggal 17 Maret, dan kegiatan klub lainnya.
3. Mempraktekkan sistem menabung dan menentukan keputusan tentang bagaimana menggunakan tabungan tersebut
4. Studi tour ke bank dan tour pendidikan lainnya
5.  Melaksanakan kegitan sosial dan financial enterprise.



KURIKULUM AFLATOUN  :

    Terdiri dari 8 buku kerja dan 5 buku panduan (Manual Pelatihan, Manual Guru, Manual Anak, Manual Evaluasi, & Manual Bank Ramah Anak)

    Ringkasan standard kurikulum Aflatoun:

        

    Workbook 1 : Unik dan berbeda, Saling menghormati, Konsep menabung

  Workbook 2 : Kemandirian anak dari; keluarga, tentangga & masyarakat, Uang sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan bukan memenuhi keinginan

  Workbook 3 : Explorasi diri dengan memahami perasaan, etika keuangan, & transparansi

  Workbook 4 : Sikap yang bertanggung jawab & Pengembangan sikap cinta dan bangga nasionalisme, kegiatan bersama & kerja tim, keterampilan organisatoris

   Workbook 5 : Kebutuhan, Hak dan tanggung jawab, pendapatan, Menabung & membelanjakan, Demokrasi & Kepemimpinan, Pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan

   Workbook 6 : Marjinalisasi & Exclusi, Usaha anak, Perencanaan & Penganggaran, Bank Formal, Ekplorasi Kemiskinan

   Workbook 7 : Mitos dan Stereotype, Latar belakang tujuan financial, Kegiatan interprise, explorasi hubungan antara pendapatan, pembelanjaan, tabungan, dan investasi

  Workbook 8 : Refleksi diri, Biases and prejudices (berpikir berbeda), stereotype gender, Pengembangan kemampuan financial.



Adaptasi Materi Aflatoun

Di sekolah, target materi Aflatoun umumnya diimplementasikan dengan cara; 1. Diintegrasikan dengan pelajaran lain, 2. Sebagai kegiatan ekstrakurikuler, 3. Sebagai Muatan lokal, 4. Atau diimplementasikan sebagai materi tambahan untuk peningkatan life skill khususnya dalam pendidikan sosial dan financial.


Training of trainer (ToT)

Pelatihan untuk calon trainer Aflatoun di Jakarta dilaksanakan pada tgl 22 – 24 Februari 2013 untuk 18 calon trainer dan fasilitator program . Para calon trainer ini direkrut dari praktisi pendidikan dan personel dari lembaga swadaya masyarakat di Jakarta yang memiliki komitmen kuat dan motivasi yang tinggi untuk peningkatan mutu pendidikan anak seperti Madrasah Development Center Jakarta, Yayasan Insan Cendikia. Terutama YASMIN yang berperan sebagai mitra pelaksana program Aflatoun di Jakarta.


Trainer Aflatoun di Jakarta telah dipercaya oleh Kementerian Agama RI untuk memberikan workshop Aflatoun kepada 33 kepala sekolah dari 33 provinsi di Indonesia.


Pelatihan Guru

LeKDiS Nusantara telah melaksanakan 3 kali pelatihan guru Aflatoun untuk 83 guru dan fasilitator program  Aflatoun dari 23 sekolah target dan 1 kali pelatihan untuk lembaga pendidikan non-formal di Jakarta mulai bulan Maret sampai bulan April. Setelah itu guru-guru Aflatoun melatih siswa/i di sekolah masing-masing.


Metode pelatihan Aflatoun telah banyak menginspirasi guru dalam mengembangkan keterampilan dan metode menjagar mereka dengan menggunakan games, pembelajaran yang berpusat pada anak (child-centered), kerja kelompok, dan berbasis kegiatan untuk memotivasi murid dalam belajar.


Kolaborasi dengan International Humanity Foundation

Untuk memperluas jangkauan program Aflatou Indonesia berkerjasama dengan International Humanity Foundation (IHF)  atau Yayasan Asah Asih Asuh yang merupakan lembaga Internasional yang bergerak dalam menyediakan pendidikan non-formal bagi anak-anak dari kalangan ekonomi menengah kebawah; anak-anak jalanan, dan anak putus sekolah. IHF memberikan dukungan kepada lebih dari 250 anak. 


Kedepan dengan dukungan dari YASMIN, program Aflatoun akan diperkuat dan dikembangkan lebih lanjut di IHF sehingga banyak anak yang bisa diberdayakan lewat program pendidikan sosial dan finansial ini.


First Aflatoun Gathering

Pada tgl 4 April 2013 diadakan gathering pertama anak-anak Aflatoun bersama guru-guru, fasilitator, trainer dan team Aflatoun, bertempat di Syahida Iin Ciputat yang dihadiri oleh 281 anak, guru, dan team Aflatoun. 


Acara ini merupakan media sosialisasi dan perkenalan program Aflatoun di Jakarta serta sebagi forum silaturrohim stakehoder untuk bersama-sama mensukseskan dan menjaga keberlangsungan implementasi program.


School Visit

Mulai bulan Juni 2013 fasilitator dan trainer Aflatoun dari Tim YASMIN di Jakarta melakukan kunjungan sekolah untuk melihat perkembangan dan memberi dukungan serta pendampingan implementasi program Aflatoun di sekolah-sekolah target Aflatoun di Jakarta.


Kegiatan school visit ini juga digunakan untuk mensosialisasikan pelaksanaan Jakarta Second Aflatoun Gathering yang akan diselenggarakan sekitar pertengahan bulan Nopember 2013.


Proses Menabung

Beberapa sekolah sudah memulai kegiatan menabung sebelum melaksanakan program Aflatoun. Tapi kebanyakkan anak-anak menabung karena disuruh orang tua dan bukan atas kemauan mereka sendiri. Program Aflatoun mampu menginspirasi guru-guru dalam memotivasi anak-anak untuk menabung dengan menyisihkan uang jajan yang mereka terima dari orang tua mereka secara rutin walaupun sedikit. Rata-rata tabungan anak sebesar kurang-lebih Rp. 500 – 5.000 setiap harinya

Aflatoun tidak hanya bisa merubah kesadaran dan kepedulian anak dalam proses menabung tapi juga dalam prosedur menabung yang baik. Setelah program Aflatoun, administrasi dan prosedur tabungan anak lebih akuntabel dan transparan. Hal tersebut bisa dilihat dari keterlibatan secara aktif anak-ana dalam mengawasi dan mengatur tabungan mereka, misalnya; anak-anak juga ikut menandatangani buku tabunga mereka dan guru-guru juga mulai mengembangankan buku besar tabungan anak (ledger book)

Hingga kini program Aflatoun telah dinikmati ribuan siswa di beberapa propinsi di Indonesia demikian pula dengan guru-guru yang telah mengikuti training Aflatoun. Harapan kami semoga program ini terus dikembangkan di beberapa daerah di Indonesia. Semoga ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar